YPM Sepanjang Sidoarjo ini Menaungi 28 Sekolah
Yayasan Pendidikan Ma'arif (YPM) Sepanjang Sidoarjo ini telah berusia
51 tahun. Di usia yang matang YPM mampu menjawab tantangan zaman dan
terus berkembang dari waktu ke waktu. Mari sejenak berkunjung ke yayasan
yang menaungi 28 sekolah ini.
Berdirinya YPM Sepanjang ini, tidak lepas dari LP Ma'arif Cabang
Sidoarjo. Pada tahun 1961 tepatnya pada tanggal 10 September. Alm Kiai
Nur Yahya, yang pada waktu itu menjadi Ketua PC LP Ma'arif Sidoarjo,
memerintahkan kepada KH Hasyim Latief untuk mendirikan sekolah atau
madrasah lanjutan (MTs) di daerah Kawedanan Taman. Karena pada waktu
itu, LP Ma'arif Sidoarjo telah berkali-kali mendirikan pendidikan
tingkat lanjut, tapi hanya bertahan dua tahun saja.
Tugas itu disambut baik oleh KH Hasyim Latief dan teman-temannya,
meskipun dengan berat hati, karena tugas itu terasa berat baginya,
sehingga Aba Hasyim panggilan akrab KH Hasyim Latief, memberikan syarat.
"Saya siap menerima amanah ini, tapi saya minta kepada seluruh
sekolahan ibtidaiyah mendukung dan mengirimkan lulusannya," kata Ahmadi
Manab, BA dengan menirukan pembicaraan Aba Hasyim pada waktu itu.
Tugas tersebut tidak langsung terealisasi dengan begitu saja. Banyak
tantangan yang dihadapi oleh Aba Hasyim. Aba Hasyim harus mencari tanah
terlebih dahulu untuk dijadikan tempat belajar. Pada tahun 1962 Aba
Hasyim dan panitia ingin menggunakan bangunan bekas kamar pondok di
sebelah utara masjid Riyadhus Sholihin Wonocolo Taman.
"Kamar tersebut sudah lama kosong tidak ada yang menempatinya, akan
tetapi ta'mir masjid tidak mengijinkan kalau dibuat madrasah atau
sekolahan. Inilah tantangan yang harus dihadapi oleh Aba Hasyim," lanjut
Ahmadi yang juga menjabat sebagai sekretaris yayasan.
Setelah menemui tantangan itu, dengan semangatnya Aba Hasyim tidak
pernah putus asa. Dia terus berusaha, pada akhirnya, tahun 1964 ta'mir
masjid mengijinkan kamar pondok yang kosong itu, dijadikan tempat
belajar para siswa lanjutan (MTs). Pada tahun itu juga, tahun ajaran
baru di buka dan diresmikan oleh Bupati tinggkat dua Sidoarjo, juga di
hadiri oleh Ketua PP Ma'arif NU dan diberi nama Madrasah Menengah
Pertama (MMP).
Perjuangan untuk mengangkat derajat pendidikan warga NU di sekitar
Sidoarjo tidak berhenti di sana saja, melainkan kiai kelahiran tahun
1928 itu, terus mengembangkan MMP yang telah ia dirikan bersama
teman-temannya. Murid pertamanya mencapai 85 siswa. Hanya selang setahun
tepatnya pada tahun 1965, Aba Hasyim membangun gedung baru di sebelah
timur bangunan yang ada.
"Adanya pembangunan gedung baru dikarenakan gedung bekas kamar pondok
itu, sudah tidak bisa menampung banyaknay siswa yang ada," terang
Ahmadi.
Usaha dan cerih payah Aba Hasyim membuahkan hasil. Masyarakat di
sekitar YPM mempercayai lembaga yang di besarkan oleh orang tua Gus Maki
ini. Dengan kepercayaan itu maka Aba Hasyim mendidirikan Madrasah
Menengah Atas (MMA) dan perguruan tinggi.
Pendidikan Berbasis Sosial dan Agama
Matahari mulai menyapa dunia dengan senyumannya, itu bertanda
dimulainya aktifitas semua penduduk di kota Sidoarjo. Berbagai persiapan
pun dilakukan, ada di antara mereka yang berpakaian kemaja dengan dasi
di dadanya, ada juga yang berpakaian putih berpadu dengan celana biru
dan abu-abu. Arus jalan raya ngelom tak terhindari dari kemacetan di
saat semua siswa-siswi memasuki gerbang sekolah YPM Sepanjang.
Dengan pintu utama yang berukuran kurang lebih tujuh meter itu, mampu
di lewati oleh siswa dengan jumlah lebih dari lima belas ribu
siswa-siswi. Banyak orang beranggapan kalau sekolahan YPM Sepanjang itu
kecil.
"Kalau orang yang tidak tahu pasti beranggapan sekolah ini kecil,
dilihat dari pintu gerbangnya saja seperti itu, tapi kalau kita masuk
sampai belakang. Ya, seperti ini. Dengan luas bangunan 7000 meter
persegi," kata H Ach Syarifuddin SH MH kepada NU Online saat mengelilingi lima sekolahan yang ada di dalam Yayasan Pendidikan Ma'arif Sepanjang itu.
Kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) yang diadakan oleh pihak yayasan
sangatlah tertata bagus, baik dan rapi. Semua kegiatan ekskul yang ada
di YPM Sepanjang ini, berbasis sosial dan agama.
"Untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berbasis sosial dan
agama, menjadi perhatian yayasan. Entah kegiatan tersebut, sudah
termasuk kurikulum Dinas Pendidikan atau Departemen Agama," kata pria
yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris yayasan itu.
Saat NU Online mengelilingi lima sekolahan, yaitu SMA Wahid
Hasyim, SMK YPM 3, SMP YPM, SMK YPM 1, SMK YPM 2, menjadi satu di Jalan
Raya Ngelom 86 Sepanjang itu, terlihat ada sebagian siswa dan siswi
melakukan sholat dhuha berjama'ah di musollah di saat jam istirahat.
"Kami melarang siswa pulang sebelum sholat dhuhur dan ada juga sebagian
siswa yang pulang sampai asar. Ya, mungkin mereka kerasan di sini,"
lanjut pria yang berusia 61 tahun itu.
Unit pendidikan yang berada di naugan YPM Sepanjang ini, meliputi
Play Grup, TK, SD, SMP tujuh unit, MTs dua Unit, SMA empat unit, SMK
Sembilan unit. Di setiap sekolahan yang berada di bawah asuhan YPM
Sepanjang ini, memiliki kelengkapan mulai dari fasilitas, kurikulum
sekolah dan kegiatan ekskul. Semua kegiatan ekskul hampir semua diminati
oleh siswa mulai dari Bakhti Sosial (Baksos) yang dilakukan oleh siswa
Osis, olah raga, Palang Merah Remaja (PMR), Pecinta Alam dan jurnalis.
Selain baksos ada juga kegiatan ekskul yang mengarah kepada keagamaan
seperti qiroah dan pelatihan merawat jenazah. "Di YPM Sepanjang ini,
ada program membaca Al Qur'an bagi siswa-siswi kelas satu SMP, SMA dan
SMK, program ini bermaksud untuk mengetahui apakah mereka sudah bisa
membaca Al Qur'an dengan baik dan benar" tandasnya.
Tes itu tidak berhenti sampai di sini saja. Dari pihak sekolah akan
memberikan bimbingan sesuai dengan kemampuan bacaan siswa tersebut.
"Dengan program ini yayasan berharap lulusan YPM Sepanjang bisa membaca
Al Qur'an dengan baik dan benar," tegasnya.
YPM Sepanjang telah membuka perguruan tinggi untuk menampung para
siswa yang ingin melanjutkan keperguruan tinggi. YPM Sepanjang memiliki
beberapa perguruan tinggi yang berbeda-beda. Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum, Sekolah Tinggi Teknik, Akademik
Analisis Kesehatan YPM. Sekolah tinggi tersebut, peninggalan KH Hasyim
Latif, pada waktu itu, Aba Hasyim menginginkan siswanya menpunyai
kemampuan yang berbeda-beda.
Kini Yayasan Pendidikan Ma'arif berhasil menjadikan satu pendidikan Islam menjadi Universitas Ma'arif Hasyim Latif Sepanjang. (Rofii Boenawi/Anam)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar